Informasi Mengenai Mebel Antik Jotawang Jogja

  • by

Nama Desa Manding mungkin tidak asing lagi terdengar sebagai Desa dengan penghasil kerajinan kulit di Jogja. Namun, pernah gak Anda mendengar Jotawang? Mungkin bagi sebagian besar orang tidak terlalu mengenal nama Jotawang, yang mengenal pun sebagian kecil dan itu pun Mereka yang suka koleksi barang antik. Nama Jotawang terkenal karena disini banyak menghasilkan mebel antik yang harganya bahkan menembus ratusan juta dan pangsa pasarnya bahkan menembus dunia.

Tidak jarang berbagai wisatawan lokal atau mancanegara menyempatkan diri datang kesini untuk membeli mebel antik yang akan dibawa pulang untuk dijadikan koleksi rumah atau dijual kembali. Dari sedikit penjelasan diatas, pasti sudah tergambar tentang Jotawang, pastinya. Jotawang adalah sebuah dusun, dimana pengrajinnya memproduksi mebel antik. Dusun ini secara administratif masuk dalam wilayah Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kursi Sedan dan Meja Suliran Jati Lawasan Rotan Baru Finishing Ulang, Sumber: masbinjogja.wordpress.com

Mengenal Mebel Antik

Mebel antik mulai digemari masyarakat pada tahun 1980-an. Pada saat itu mereka mulai berbondong-bondong untuk memburu barang antik yang diproduksi lebih dari 100 tahun yang lalu itu. Walaupun merupakan barang yang tua, namun mebel antik memiliki daya tarik tersendiri bagi para peminatnya. Maka tak jarang para pelancong luar negri pun banyak yang datang ke indonesia hanya untuk ikut berburu mebel antik tersebut.

Berbicara mengenai barang yang tua, biasanya barang-barang tersebut akan mudah termakan oleh waktu. Namun tidak untuk mebel yang satu ini. Mebel antik pada umumnya terbuat dari bahan kayu jati, sehingga semakin tua kayu tersebut maka sifatnya akan semakin kuat dan keras. Selain itu urat-urat kayu di dalamnya akan terlihat jelas. Maka hal ini yang membuat para penggemar tergila-gila.

Perbedaan Mebel Antik dan Mebel Repro

Apabila kita sudah mengenal mebel antik yang telah dijelaskan di atas, maka kita juga perlu tahu apa itu mebel Repro. Secara kasat mata kedua jenis ini memiliki kesamaan, akan tetapi untuk mebel repro tentu saja sangat berbeda. Mebel repro adalah mebel atau furniture yang diproduksi dari bahan kayu daur ulang atau bekas menjadi mebel baru. Contohnya adalah kayu bekas kapal yang tidak terpakai di produksi kembali menjadi meja, kursi, dan lain-lain. Lalu selain itu apa saja perbedaan dari mebel antik dengan mebel repro?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita mengetahui ciri-ciri dari masing-masing mebel, berikut ulasannya untuk anda.

Ciri-ciri Mebel Antik

Pada umumnya Furniture (Mebel) Antik terbuat dari bahan utuh, sehingga jarang terlihat ada sambungan di dalamnya.

Kursi Sedan dan Meja Suliran Jati Lawasan, Sumber: s.kaskus.id
  1. Bahan dasar Mebel Antik berasal dari kayu jati. Kayu jati dipilih karena sifatnya yang semakin tua akan semakin kuat dan keras sehingga daya tahannya tidak diragukan lagi.
  2. Mebel Antik biasanya diproduksi pada tahun 1900-an, sehingga apabila Kita lihat lebih detail akan banyak terdapat karat atau korosi di bagian besinya.
  3. Karena diproduksi dari tahun 1900 an, maka mebel antik biasanya terlihat kusam dan gelap, selain itu terdapat banyak cacat kayu dan permukaannya tidak rata lagi. Namun walaupun demikian hal itulah yang membuat daya tarik Mebel Antik semakin tinggi.

Ciri-ciri Mebel Repro

  1. Bahan dasar Mebel Repro berasal dari kayu bekas, biasanya kayu bekas yang digunakan adalah kayu bekas perahu.
  2. Tidak ada proses pewarnaan ulang yang dilakukan dalam pembuatan Mebel Repro, sehingga dibiarkan warnanya sesuai dengan warna aslinya begitu saja. Karena tidak ada proses pewarnaan ulang, maka Kita dapat melihat banyak sambungan warna pada tampilannya. Akan tetapi hal ini yang membuat Mebel Repro banyak dicari.
  3. Aksesoris-aksesoris yang digunakan merupakan aksesoris baru, akan tetapi tetap disesuaikan agar terlihat kesan antiknya.

Jenis Mebel Antik Jotawang

Di dusun ini setiap warganya mempunyai mata pencaharian yang hampir sama, yaitu sebagai pengrajin mebel antik. Mebel-mebel yang Mereka buat banyak diburu oleh para penggemar atau pengoleksi mebel mulai dari dalam Negeri bahkan sampai keluar Negeri. Mebel antik yang diproduksi di Jotawang ini dapat berupa podium minimalis, kursi, meja, rak buku, bok, dan hiasan-hiasan dinding atau interior rumah lainnya. Akan tetapi tidak terbatas pada itu, para pemroduksi dapat membuat mebel sesuai dengan konsumen yang memesannya. Untuk desain mebel yang dibuat, biasanya mereka mengacu pada gaya jawa, madura, asmat, aborigin, bahkan australia.

Harga Mebel Antik Jotawang

Di Jotawang sendiri terdapat sekitar 50 pengrajin mebel dengan 30 home industry atau industri rumahan. Setiap satu industri rumahan dapat mengekspor 1 kontainer per bulannya dengan omset jutaan rupiah. Namun selain bergerak di bidang mebel, rumah industri Jotawang juga melayani jasa pengiriman barang ke luar negeri.

Lampu Gantung Camerco Germany, Sumber: masbinjogja.wordpress.com

Harga mebel yang dijual di Jotawang sendiri bervariasi. Biasanya harga tersebut mengacu pada umur dari mebel antik tersebut. Semakin lama umur mebel atau semakin tua, maka harganya akan semakin mahal. Hal ini karena kebanyakan mebel antik tersebut menggunakan kayu jati yang apabila semakin tua, maka kualitasnya akan semakin bagus. Sebagai contoh harga sebuah meja kuno harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Pangsa Pasar Mebel Antik Jotawang

Pemasaran produk mebel antik Jotawang meliputi lokal maupun internasional. Konsumen lokal biasanya berasal dari kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Serang, Medan, Padang, Aceh, Denpasar, Mataram, Pontianak, Samarinda, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura dan beberapa kota besar lainnya. Sedangkan untuk pemasaran internasional sampai ke Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Amerika, Belanda, Perancis, Italia, Afrika, Jerman, hingga Australia.

Sumber Bahan Baku

Berbicara mengenai bahan baku pembuatan mebel antik ini, setiap home industri tidak begitu memiliki kendala dalam mendapatkannya. Sama halnya dengan Jotawang, Mereka mendapatkan bahan baku pembuatan mebel dari berbagai wilayah di Indonesia. Biasanya bahan baku berupa kayu paling dekat dari Gunung Kidul, Purwokerto, dan Jepara, terkadang juga dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Demikian informasi dari Safarajogja seputar mebel antik Jotawang, semoga Informasi diatas menambah pengetahuan tambahan untuk Anda khususnya yang suka mengoleksi atau sedang mencari mebel antik.

Leave a Reply