Anda yang berasal dari luar Jogja terlebih Pulau Jawa mungkin masih merasa asing dengan Plengkung Gading Jogja. Secara sederhana, Plengkung Gading adalah salah satu bangunan yang letaknya ada di sekitar Keraton Yogyakarta dan memiliki nilai historis yang menarik. Inilah mengapa sampai saat ini masih banyak orang yang berkunjung atau sekadar mampir.
Tak hanya memiliki nilai sejarah, Plengkung Gading juga memiliki beberapa mitos. Salah satu yang paling terkenal adalah Sultan Yogyakarta tidak boleh melewatinya. Selain itu, karena bentuknya yang cukup unik dengan warna putih cerah, banyak orang yang sengaja mampir untuk berfoto ria di sekitar bangunan ini.
Nah, bagi Anda yang mulai penasaran, berikut beberapa fakta Plengkung Gading Jogja yang perlu Anda ketahui.
Mengulik Fakta Plengkung Gading Jogja, Bangunan Unik dan Ikonik di Jogja

Plengkung Gading sebenarnya memiliki nama asli Plengkung Nirbaya. Di mana, Nirbaya memiliki makna bebas dari hal-hal buruk atau bahaya duniawi. Atau lebih sering disederhanakan menjadi sifat yang sederhana. Bangunan ini sendiri sudah dibangun sejak masa Sultan Hamengku Buwono I.
Bukan hanya sekedar bangunan unik, bangunan ini juga merupakan pintu keluar jenazah Sultan menuju salah satu makam bersejarah di Jogja, yakni Makam Imogiri. Namun, Plengkung Gading Jogja sudah ditutup untuk umum sejak Maret 2025 demi menjaga peninggalan budaya. Nah, berikut beberapa fakta tentang Plengkung Gading, antara lain:
1. Terdapat Menara Sirine yang Akan Bunyi pada Momen Khusus
Fakta pertama ini mungkin masih banyak orang yang belum tahu. Di mana, terdapat menara sirine yang berlokasi di Jl. Patehan Kidul No. 04, Kemantren Keraton, Yogyakarta. Gauk atau menara sirine ini sudah ada sejak tahun 1949 yang lalu. Awalnya, sirine dibunyikan sebagai tanda bahaya serangan dari Belanda.
Namun kini, sirine hanya dibunyikan pada dua momen saja. Yakni pada saat menjelang buka puasa pada Bulan Ramadhan, dan pada saat peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus setiap tahunnya, demi mengingat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan.
2. Menjadi Tempat Foto Favorit bagi Para Pelancong
Meskipun saat ini Plengkung Gading Jogja masih ditutup untuk umum, namun tidak bisa dipungkiri jika sebelumnya tempat ini menjadi salah satu spot foto yang paling digemari, terlebih untuk para pelancong yang datang dari luar kota. Saat ini, masyarakat hanya bisa foto dari pelatarannya saja, tetapi tak perlu khawatir karena hasilnya tetap indah dan estetik.
Untuk bisa berfoto dengan latar bangunan ini juga tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun tentu saja, Anda yang mampir ke wilayah Plengkung Gading Jogja dihimbau untuk selalu menjaga ucapan dan sopan santun demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Sultan Yogyakarta yang Masih Bertahta Dilarang untuk Melintas

Bukan sekedar larangan biasa, aturan ini sudah ada sejak pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Alasan utamanya adalah karena Plengkung Gading merupakan jalan keluar bagi jenazah Sultan menuju makam Imogiri.
Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya para Sultan yang masih hidup atau masih bertahta dilarang untuk melewati jalan Plengkung Gading ini. Sampai saat ini, aturan ini masih terus dijaga dan dihormati.
4. Memiliki Nama Asli Plengkung Nirbaya
Seperti yang sudah disinggung sebelum, nama asli Plengkung Gading Jogja adalah Plengkung Nirbaya. Kata nir memiliki arti tiada, sedangkan baya memiliki arti bahaya. Maka maknanya adalah tidak ada bahaya yang bisa membuat khawatir atau mengancam.
Menurut laman Dinas Pariwisata Yogyakarta, nama Plengkung Gading kemudian sering digunakan karena lokasi berdirinya yang ada disekitar Gading. Jadi, banyak orang yang menyebutnya dengan nama Plengkung Gading karena lebih mudah diingat dan dimengerti lokasinya.
5. Dibangun pada Masa Pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I
Sedangkan fakta terakhir tentang Plengkung Gading Jogja adalah bangunan ini sudah dibangun sejak masa Sultan Hamengku Buwono I. Plengkung Gading ini sendiri merupakan bagian dari Benteng Baluwerti Keraton Yogyakarta. Benteng tersebut sudah dibangun sejak 1782 Masehi.
Jadi, bisa dibayangkan bukan sudah berapa lama bangunan ini berdiri? Hal ini jugalah yang mendasari penutupan bangunan ini, demi bisa menjaga keutuhan peninggalan bangunan bersejarah Jogja.
Tempat Menarik yang Ada di Sekitar Plengkung Gading Jogja

Karena bangunan ini sudah ditutup untuk umum, tidak ada salahnya untuk mendatangi beberapa tempat menarik yang ada di sekitarnya. Nah, beberapa tempat yang tidak kalah cantik di sekitar Plengkung Gading Jogja adalah sebagai berikut.
- Wisata Taman Sari. Siapa yang tidak pernah mendengar wisata Taman Sari? Salah satu wisata paling ikonik dan ramai di Jogja ini memang tidak pernah kehabisan pesonanya. Inilah mengapa tidak ada salahnya untuk sekalian mampir ke sini juga sudah ada di sekitar Plengkung Gading.
- Tugu Jogja. Jangan mengaku sudah ke Jogja jika belum mampir ke Tugu Jogja. Selain monumen yang ikonik, di sekitar tempat ini juga terdapat banyak kuliner dan jajanan khas Jogja dengan rasa istimewa. Kabar baik lainnya, kuliner yang dijajakan di sini biasanya dibanderol dengan harga yang masih terjangkau.
- Situs Warungboto. Tempat lain yang juga layak dikunjungi juga sudah berada di kawasan Plengkung Gading Jogja adalah Situs Warungboto. Selain suasananya yang asri dan indah, tempat ini juga cocok dijadikan spot menunggu matahari tenggelam. Saking bagusnya, banyak orang menjadikan situs ini sebagai spot foto pre-wedding.
Nah, itulah beberapa informasi dan fakta Plengkung Gading Jogja yang menarik untuk diketahui. Jadi, kapan Anda akan mampir ke sini?